Abstract
Pemerintah Daerah Provinsi Riau berkomitmen menjadikan Riau sebagai tujuan wisata berbasis Budaya Melayu di Asia Tenggara pada tahun 2020. Salah satu tulang punggung pariwisata adalah produk makanan tradisional diantaranya makanan ringan (snack food), seperti keripik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus di dua unit usaha skala rumah tangga: (1) keripik nenas ”Berkat Bersama” di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar dan (2) rengginang ubi kayu di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengkaji strategi pemasaran (bauran pemasaran) produk keripik nenas dan rengginang ubi kayu; (2) Memberikan saran pemasaran alternatif untuk produk keripik nenas dan rengginang ubi kayu. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Umumnya produk dinilai baik oleh konsumen, dan telah memiliki lima unsur strategi produk yaitu atribut produk, merek, kemasan, dan label tetapi variasi citarasa produk dan tampilan kemasan perlu ditingkatkan terutama untuk rengginang ubi kayu; (2) Strategi penetapan harga produk keripik nenas dan rengginang ubi kayu ditetapkan oleh produsen berdasarkan pendekatan orientasi biaya. Untuk ke depan perlu dipertimbangkan penetapan harga dengan melihat faktor harga produk pesaing; (3) Strategi promosi keripik nenas dan rengginang ubi kayu masih terbatas, Aspek promosi dalam penjualan pribadi (personal selling) telah dilakukan; (4) Keripik nenas dan rengginang terutama dipasarkan melalui pedagang pengecer (75 persen) dan langsung kepada konsumen (25 persen) sehingga produsen memiliki posisi tawar lebih lemah karena ketergantungan yang tinggi kepada pengecer karena keterbatasan modalnya. Kata kunci: industri rumah tangga, makanan ringan, keripik nenas, rengginang ubi kayu, bauran pemasaran
Publisher
Universitas Lancang Kuning
Cited by
1 articles.
订阅此论文施引文献
订阅此论文施引文献,注册后可以免费订阅5篇论文的施引文献,订阅后可以查看论文全部施引文献