Author:
Paisal Paisal,Rahayu Nita,Annida Annida
Abstract
Di dunia, terdapat sekitar 886 juta orang yang berisiko terkena filariasis dan membutuhkan obat pencegahan. Di Indonesia, ada lebih dari 14 ribu orang penderita filariasis kronis pada 2014. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), ditemukan 14 orang penderita positif filariasis pada 2004. Di Kabupaten tersebut, dilakukan pemberian obat pencegahan massal selama 5 tahun (2007-2011), tetapi transmission assessment survey (TAS) yang dilakukan pada 2012 hasilnya melewati critical cut of risk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku minum obat massal filariasis di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini memiliki desain potong lintang. Waktu pengambilan sampel yaitu pada September 2017. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Pihaung dan Desa Banjang. Rumah dipilih dengan teknik systematic random sampling. Semua orang yang ada dalam rumah, yang memenuhi kriteria sampel diwawancarai. Sebanyak 620 orang terpilih menjadi responden, terdiri dari 283 laki-laki dan 337 perempuan. Responden yang ikut pengobatan massal filariasis hanya 453 (73%) orang. Ada responden yang tidak minum obat yang didapatnya (8,8%) atau hanya minum sebagian obat saja (9,1%). Hampir seluruh responden minum obat di rumah (96,9%) dan diminum malam hari (91,8%). Alasan tidak minum obat adalah kurang berminat/sibuk (31,4%), tidak mengerti manfaat obat (25,1%), tidak tahu program yang sedang berlangsung, atau sedang tidak berada di desa (14,5%), merasa sehat, atau anggapan akan sakit jika minum obat tersebut (12,1%). Kualitas program ini perlu diperbaiki agar responden mau minum semua obat dan meminumnya di depan petugas kesehatan. Selain itu, sosialisasi manfaat obat bagi masyarakat secara keseluruhan perlu ditingkatkan.
Publisher
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Cited by
1 articles.
订阅此论文施引文献
订阅此论文施引文献,注册后可以免费订阅5篇论文的施引文献,订阅后可以查看论文全部施引文献