Abstract
Pendidikan Islam di Indonesia terlihat masih dipenuhi problematika, secara eksplisit hal ini terjadi dalam konteks sejarah: pada periode kolonial, pendidikan Islam yang berbasis pesantren, dimana pada saat yang bersamaan pula pemerintah kolonial mempunyai misi yang sama yaitu mendirikan sekolah missionaris. pada saat tersebut pesantren dan madrasah dijadikan sebagai sasaran target politik pemerintah kolonial Belanda, karena sebagai pusat perlawanan kaum Muslim. Akan tetapi segera setelah kemerdekaan, pendidikan Islam mendapat banyak mengalami perubahan dengan mengadopsi berbagai sistem pendidikan, dengan memasukan berbagai mata pelajaran yang berasal dari non Islam. Pada tahap selanjutnya rekonstruksi pendidikan mencapai tahap yang yang diinginkan yaitu deikeluarkannya SKB tiga menteri, yang menjadikan posisi madrasah setara dengan pendidikan formal. Kajian ini mencoba untuk menarasikan ulang perjalanan pendidikan Islam di Indonesia sejak pra kemerdekaan hingga saat ini.
Publisher
Universitas Jenderal Soedirman
Cited by
5 articles.
订阅此论文施引文献
订阅此论文施引文献,注册后可以免费订阅5篇论文的施引文献,订阅后可以查看论文全部施引文献